Asal Usul Pengertian Hidroponik
Daftar Isi
Istilah hydroponic ini beliau dapatkan dari saran sahabatnya, W. A. Setchell. Hydroponic berasal dari kata Yunani, hydro & ponos:
“a method of growing plants using mineral nutrient solutions, in water, without soil”
“metode budidaya tanaman menggunakan larutan nutrisi mineral dalam air, tanpa menggunakan tanah”
Contoh kutipan/publikasi definisi hydroponics:
Hydroponics is often defined as “the cultivation of plants in water.” Hydroponics is however a technique for growing plants without using soil. Utilizing this technology, the roots absorb a balanced nutrient solution dissolved in water that meets all the plants developmental requirements. Research has determined that many different aggregates or media can support plant growth, therefore, the definition of hydroponics has been broadened to: “the cultivation of plants without soil.”
(Munoz, H. 2010. Hydroponics Manual, Home-Based Vegetable Production System. Guyana)
Hydroponics is a subset of hydroculture and is a method of growing plants using mineral nutrient solutions, in water, without soil. Terrestrial plants may be grown with their roots in the mineral nutrient solution only or in an inert medium, such as perlite, gravel.(http://en.wikipedia.org/wiki/Hydroponics, akses 10 Sept 2014)
Jika kita membaca sejarah hidroponik, pada awalnya hidroponik hanya didefinisikan sebagai metode bercocok-tanam menggunakan air yang mengandung larutan nutrisi mineral.
- hydro memilki arti air (water)
- ponos memiliki arti daya/kerja (work).
Definisi Hidroponik
Saat ini definisi hydroponic yang umum digunakan dalam publikasi-publikasi populer maupun ilmiah adalah:“a method of growing plants using mineral nutrient solutions, in water, without soil”
“metode budidaya tanaman menggunakan larutan nutrisi mineral dalam air, tanpa menggunakan tanah”
Contoh kutipan/publikasi definisi hydroponics:
Hydroponics is often defined as “the cultivation of plants in water.” Hydroponics is however a technique for growing plants without using soil. Utilizing this technology, the roots absorb a balanced nutrient solution dissolved in water that meets all the plants developmental requirements. Research has determined that many different aggregates or media can support plant growth, therefore, the definition of hydroponics has been broadened to: “the cultivation of plants without soil.”
(Munoz, H. 2010. Hydroponics Manual, Home-Based Vegetable Production System. Guyana)
Hydroponics is a subset of hydroculture and is a method of growing plants using mineral nutrient solutions, in water, without soil. Terrestrial plants may be grown with their roots in the mineral nutrient solution only or in an inert medium, such as perlite, gravel.(http://en.wikipedia.org/wiki/Hydroponics, akses 10 Sept 2014)
Jika kita membaca sejarah hidroponik, pada awalnya hidroponik hanya didefinisikan sebagai metode bercocok-tanam menggunakan air yang mengandung larutan nutrisi mineral.
Hal ini merujuk pada praktek hidroponik yang benar-benar hanya menggunakan air + nutrisi mineral sebagai media pertumbuhan tanaman.
Tanaman dapat bertumbuh hanya dengan memposisikan akarnya dalam air mengandung larutan nutrisi, tanpa menggunakan media penunjang. Sebelumnya lebih dikenal sebagai water culture, solution culture, atau nutriculture.
Sejalan dengan waktu, digunakannya metode hidroponik pada farm-farm skala besar ikut memberikan andil terhadap perkembangan sistem hidroponik itu sendiri, baik metode maupun bahan yang digunakan.
Sejalan dengan waktu, digunakannya metode hidroponik pada farm-farm skala besar ikut memberikan andil terhadap perkembangan sistem hidroponik itu sendiri, baik metode maupun bahan yang digunakan.
Pengertian hidroponik ikut berkembang dengan tambahan embel-embel, “soilles culture – tanpa menggunakan media tanah”.
Perubahan pengertian hidroponik ini disebabkan adanya penemuan-penemuan baru dalam teknik hidroponik, terutama ditemukannya media tanam yang dapat digunakan sebagai penunjang tanaman sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih kondusif untuk pertumbuhan tanaman tersebut.
Perubahan pengertian hidroponik ini disebabkan adanya penemuan-penemuan baru dalam teknik hidroponik, terutama ditemukannya media tanam yang dapat digunakan sebagai penunjang tanaman sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih kondusif untuk pertumbuhan tanaman tersebut.
Media tanam yang dapat digunakan memiliki persyaratan tertentu yaitu inert dan steril.
Inert berarti media tidak mengandung unsur hara dan media tidak bereaksi dengan mineral-mineral nutrisi sehingga diharapkan media tersebut tidak akan mempengaruhi komposisi nutrisi yang diberikan.
Inert berarti media tidak mengandung unsur hara dan media tidak bereaksi dengan mineral-mineral nutrisi sehingga diharapkan media tersebut tidak akan mempengaruhi komposisi nutrisi yang diberikan.
Steril berarti tidak mengandung mikroorganisme atau bahan-bahan yang dapat memicu bertumbuhnya mikroorganisme, yang mana mikroorganisme-mikroorganisme tersebut bisa saja mengganggu pertumbuhan tanaman.
Jadi istilah soilles culture, tanpa tanah, bisa dilihat dari 2 aspek, pertama hidroponik tidak membutuhkan tanah sebagai ‘sumber hidup’ tanaman karena sudah digantikan dengan larutan nutrisi mineral. Kedua, hidroponik tidak bisa menggunakan tanah sebagai media penunjang tanaman karena sifatnya yang tidak inert dan steril.
Media tanam (metan) yang umum digunakan dalam hidroponik antara lain sekam bakar (sebak), cocopeat, hidroton, seolit, perlite, vermiculite, rockwool ataupun kombinasi dari berbagai media-tanam di atas.
Jadi istilah soilles culture, tanpa tanah, bisa dilihat dari 2 aspek, pertama hidroponik tidak membutuhkan tanah sebagai ‘sumber hidup’ tanaman karena sudah digantikan dengan larutan nutrisi mineral. Kedua, hidroponik tidak bisa menggunakan tanah sebagai media penunjang tanaman karena sifatnya yang tidak inert dan steril.
Media tanam (metan) yang umum digunakan dalam hidroponik antara lain sekam bakar (sebak), cocopeat, hidroton, seolit, perlite, vermiculite, rockwool ataupun kombinasi dari berbagai media-tanam di atas.
Posting Komentar